Perkembangan Pengguna Internet di Indonesia

jasakonsultasiskripsitesisdisertasi.com - Pengguna internet merujuk pada survey APJII di Indonesia meningkat dengan cepat dalam 20 tahun terakhir. Peningkatan yang pesat tersebut dapat ditinjau dari hasil survey APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indoesia) pada tahun 2017 yang menunjukan bahwa pertumbuhan dan peningkatan pengguna internet mulai dari awal tahun dikenalnya internet yaitu tahun 1998 sampai tahun milenium yaitu tahun 2017 sangat cepat dan signifikan.

Pertumbuhan tersebut dimulai pada tahun 1998 yaitu hanya 0.5 juta pengguna dan pada tahun 2017 lebih kurang 143.26 juta pengguna dari jumlah total penduduk indonesia yang diperkirakan lebih kurang 160 juta jiwa. Pengguna atau penikmat internet berada di zona dengan kepadatan penduduk tinggi di Indonesia yang didominasi pulau Jawa yaitu 58.08% dari 143.26 juta jiwa total penduduk indonesia yang menjadi penikmat jaringan internet (APJII, 2017).

Pertumbuhan dan perkembangan penikmat jaringan internet di Indonesia selain ditinjau dari pertumbuhan dan komposisi pada setiap wilayahnya, juga dilihat berdasarkan komposisi berdasarkan usia pengguna. Berdasarkan hasil survey APJII menunjukan bahwa pengguna atau penikmat internet di Indonesia dimulai dari usia 13 tahun sampai diatas 54 tahun dan dindominasi usia usia produktif 19 – 34 tahun dari 132.7 juta jiwa pengguna internet pada tahun 2016 (APJII, 2017). Disamping itu survei APJII juga meneliti gender pengguna internet.

Survei berdasarkan gender dihasilkan bahwa pengguna atau penikmat internet di Indonesia hampir sama yaitu 48.57% perempuan dan 51.43% laki-laki dari 143.26 juta jiwa pengguna (APJII, 2017). Komposisi pengguna internet menjadi dasar penting yang perlu diamati karena hal tersebut merupakan indikator dalam perkembangan dunia internet di Indonesia, karena usia dan gender dari pengguna internet akan menunjukan bagaimana perilaku konsumen dalam bertransaksi kembali pada suatu produk.

Selain komposisi berdasarkan jenis kelamin, APJII juga mengukur pengguna atau penikmat internet yaitu didasarkan pada tingkat pendidikan. Tahun 2017 penetrasi pengguna internet yang didasarkan pada tingkat pendidikan di Indonesia memiliki prosentase yang tinggi pada tingkat pendidikan S2/S3 yaitu 88.24% dari 143.26 juta jiwa total penduduk indonesia yang menempuh pendidikan dan menjadi penikmat jaringan internet (APJII, 2017).

Berdasarkan data tersebut dapat ditarik hipotesa bahwa pengguna dengan pendidikan S2/S3 merupakan tingkat pendidikan yang memiliki penetrasi tertinggi. Disamping itu penggunaan perangkat juga menjadi bagian penting yang dipertimbangkan dalam survei APJII 2017 yang menghasilkan bahwa perangkat yang digunakan mengakses internet menggunakan dua jenis perangkat yaitu komputer atau laptop pribadi 4.49% dan smartphone atau tablet pribadi 44.16% dari 143.26 juta jiwa pengguna internet di Indonesia, 39.28% menggunakan keduanya, sedangkan sisanya 12.07% menggunakan atau mengakses internet tanpa memiliki perangkat pribadi (APJII, 2017).

Hasil tersebut menunjukan bahwa pengguna dengan smartphone atau tablet sangat mendominasi perkembangan perangkat akses internet. APJII juga melakukan survei yang menganalisis pengguna berdasarkan tingkat ekonomi. Hasil survei menunjukan bahwa kelas ekonomi rendah memiliki dominasi terbanyak yaitu 74.62% dari populasi penduduk Indonesia (APJII, 2017).

Pengguna internet di Indonesia selain ditinjau dari komposisi-komposisi yang telah dijelaskan juga memiliki berbagai macam persepsi terkait harga jual internet di Indonesia. Persepsi harga jual internet di Indonesia menunjukan bahwa harga jual internet memiliki bermacam-macam pandangan. APJII menggunakan dua istilah yaitu Fixed Line dan Mobile (APJII, 2017).

Penyebutan Fixed Line merupakan kategori alat atau perangkat yang digunakan untuk mengakses internet yaitu computer atau laptop dengan menggunakan internet rumahan. Sedangkan mobile merupakan alat atau perangkat yang digunakan dalam mengakses internet yaitu Smartphone atau Tablet dengan menggunakan internet berdasarkan provider yang memberikan harga berbeda dengan rumahan.

Hasilnya menunjukan bahwa baik Fixed Line maupun Mobile memiliki tingkat persepsi biasa atau harga yang terjangkau (APJII, 2017). Perkembangan pengguna internet beberapa tahun terakhir dijadikan sebagai sarana berbagai aktivitas. Diantaranya digunakan untuk berbagai macam hal yaitu mulai dari cari harga memiliki 45.15%, membantu pekerjaan 41.04%, informasi membeli 37.82%, beli online 32.19, cari kerja 26.19%, transparansi perbankan 17.04%, dan jual online 16.83% dari 143.26 juta jiwa pengguna atau penikmat internet di Indonesia (APJII, 2017). Aktivitas tersebut merupakan bagian penting dalam perkembangan ekonomi.