Kinerja Karyawan - Pengaruh Kecerdasan Emosional (Luar) dan Kecerdasan Spiritual (Dalam) Terhadap Kinerja Karyawan

Cafe Skripsi - Pengoptimalan dan pemaksimalan kemampuan (skill) sumber daya manusia saat ini tidak dapat diabaikan begitu saja, tetapi harus diperhatikan secara seksama karena sumber daya manusia (human resources) merupakan inti (core) atau faktor penting penggerak roda perusahaan dan ekonomi suatu bangsa. Era milenium yang semuanya sudah maju menganggap bahwa pengoptimalan dari kemampuan sumber daya manusia dianggap kurang maksimal atau rendah, baik ditinjau dari segi kemampuan kecerdasan intelektual maupun keterampilan teknis dalam sebuah pekerjaan.
Baca: Fenomena Kepatuhan Wajib Pajak
Padahal jika dipahami secara mendalam sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting dan tidak tergantikan bagi bergeraknya perusahaan. Oleh karena itu, kemempuan, tenaga dan kreativitas yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menjamin tercapainya tujuan (Muljani, 2002). Sumber daya manusia (human resources) dalam hal ini yaitu karyawan (employee) memiliki beban serta tuntutan kerja dalam rangka menjaga dan meningkatkan kinerja yang baik dalam persaingan usaha.
Kinerja manusia (human performance) merupakan ukuran (indikator) atau tingkatan tinggi rendahnya prestasi yang dimiliki dalam keterlibatanya pada suatu organisasi yang diharapkan mampu menjadi konsen agar mampu meningkatkan produktifitas (Riyadi, 2011). Beberapa hal yang menjadi ateseden dalam mempengaruhi kinerja karyawan (employee) agar mampu produktif dalam bekerja atau beraktifitas adalah kecerdasan emosiaonal dan kecerdasan spritual yang dimiliki.
Baca: Fenomena Kinerja Bisnis
Istilah kecerdasan (intelligence) atau pembagian nama dua komponen menjadi yaitu kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual telah banyak diteliti dan menemukan bahwa kecerdasan emosional memiliki kekuatan atau peran sangat luar biasa penting dalam rangka meraih keberhasilan. Kecerdasan emosional merupakan kompo­nen penting sebagai pengendali manusia agar menjadi pintar mengelola emosi (Boyatzis & Ron, 2001). Kecerdasan emosional (emotional intelligence) berdampak signifikan terhadap kinerja manusia (Fitriastusi, 2013).
Emosional yang pada dasarnya jika dipahami secara mendalam merupakan sebuah kecerdasan dalam diri manusia yang menjadi salah satu ciri yang dimiliki manusia, tanpa emosi manusia hanyalah jiwa dan raga yang mengandalkan pemikiran logis semata, terutama dalam fungsinya sebagai makhluk sosial yaitu makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa berhubungan dengan makhluk lain, emosi sangat berperan penting. Emosi yang dimiliki manusia menjadikan hubungan manusia akan lebih bervariatif. Selain kecerdasan emosional, manusia juga memiliki unsur kecerdasan lain yaitu kecerdasan spiritual.
Baca: Fenomena Pertumbuhan Ekonomi
Kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) merupakan kemampuan (skill) pengendali yang bersandar pada bagian diri pribadi manusia yang berhubungan dengan kebijaksanaa atas ego maupun kesadaran (Suprianto & Troena, 2012). Kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) menjadi faktor (ateseden) penting dalam setiap keputusan manusia. Selain itu juga menjadi pilihan utama (main choice) untuk manusia dalam mengetahui nilai-nilai (value norm) yang ada dilingkungan dan juga sebagai kontrol kreatifitas dalam menemukan nilai-nilai baru disebuah kehidupan.
Kecerdasan spiritual memberikan kesempatan maupun peluang kepada manusia untuk berpikir cerdas dalam menghadapi setiap tantangan dan dapat menjadikan pribadi tersebut lebih baik. Kecerdasan spiritual merupakan dasar atau fundamental atau pondasi yang sangat diperlukan dan penting untuk mengendalikan dan mengkontrol kecerdasan emosional agar dapat secara efektif dalam bertindak.
Singkat cerita kecerdasan (intelligence)  mampu menjadi pusat (core) dan mengintegrasikan kemampuan lain yaitu kecerdasan emosional karena kecerdasan spiritual merupakan inti kehidupan (Idrus 2002). Oleh sebab itu, karyawan akan memilih pekerjaan untuk memberikan kehidupan yang baik bagi mereka dan keluarga mereka. Suatu pekerjaan dianggap sebagai alat yang membantu orang untuk mencapai tujuan mereka. Riset dari Anggraini dan Paisal (2010) menemukan bahwa ada dampak signifikan antara kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) dan kecerdasan emosional (emotional intelligence) terhadap kinerja (performance) sumber daya manusia.