Pendidikan Karakter - Analisis Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini - Bag.1

Cafe Skripsi - Era milenium ini merupakan era yang sangat pesat perkembangan apapun, namun berbeda dengan moral. Menurunnya atau terjadinya degradasi kualitas moral bangsa Indonesia saat ini, terutama di kalangan pemuda pemudi maupun siswa, menuntut semua pihak dalam menerapkan dan diselenggarakannya pendidikan karakter. Tempat pendidikan maupun sekolah dituntut berperan wajib dan bertanggungjawab untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai moral yang baik dan membantu membangun karakter dengan nilai-nilai yang baik pada diri pemuda-pemudi maupun siswa. Pendidikan karakter merupakan cara atau metode dalam menanamkan norma nilai-nilai kemasyarakatan yaitu; rasa hormat, tanggungjawab, jujur, peduli, dan adil serta membantu pemuda-pemudi maupun siswa dalam memahami, fokus, dan melakukan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan diri sendiri.

Pembangunan pendidikan karakter menjadi sesuatu tidak dapat dihindari karena pendidikan akan menjadikan pemuda-pemudi maupun siswa menjadi cerdas, dan memiliki sopan santun dalam kehidupan, sehingga keberadaan mereka sebagai anggota masyarakat menjadi memiliki makna baik bagi dirinya maupun orang di sekitarnya. Pembangunan dan pembinaan pendidikan karakter yang paling mudah dilakukan adalah ketika pemuda-pemudi maupun siswa masih anak-anak yang duduk di bangku Pendidikan Dasar (TK, SD, SMP). Oleh sebab itu, pemerintah harus memprioritaskan pembangunan pendidikan karakter di Pendidikan Dasar.

Baca: Fenomena Pendidikan Karakter Bagian 2

Pendidikan karakter yang ada saat ini kembali di gaungkan pemerintah merupakan reaksi atas kualitas moral yang ada di masyarakat semakin merosot, karena pemerintah merasa seperti kebakaran jenggot, karena terlalu banyak permasalahan di bangsa ini sangat berhubungan dengan penyimpangan moral, nilai-nilai budaya bangsa dan etika yang dilakukan oleh banyak generasi muda maupun petinggi atau pemimpin bangsa, sehingga pemerintah merasa bahwa pendidikan karakter saat ini sangat di perlukan.

Pendidikan karakter yang ada dan diterapkan di sekolah saat ini tidak diajarkan dalam mata pelajaran khusus tetapi diajarkan melalui pembelajaran sehari-hari yang sudah berjalan dan berlaku di sekolah. Hal tersebut dianggap karena pendidikan karakter pada dasarnya sudah ada dalam kurikulum, tetapi selama ini tidak diutamakan dan diajarkan secara tertulis atau tersurat. Pendidikan karakter yang ada saat ini dianggap dapat terintegrasi juga menjadi budaya sekolah atau budaya pendidikan secara lokal. Jadi, pendidikan karakter seharusnya diterapkan secara nasional serta tidak boleh membebani kurikulum yang ada di sekolah saat ini.

Baca: Fenomena Pendidikan Karakter Bagian 3

Pendidikan karakter yang diajarkan harus mampu membangun wawasan kebangsaan serta mendorong kemampuan maksimal dalam inovasi dan kreativitas. Disamping itu, nilai-nilai pendidikan karakter perlu dan harus dibangun dalam diri generasi penerus bangsa secara nasional. Mereka harus menjadi pribadi yang jujur, kerja keras, menghargai perbedaan, kerjasama, toleransi, dan disiplin. Program pendidikan karakter yang ada saat ini di sekolah seperti pramuka, kantin kejujuran, sekolah hijau, pada dasarnya telah sarat dengan kualitas membangun moral. Dititik inilah peran guru yang harus mendorong, menekan dan memunculkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam program itu sehingga menjadi bagian dari karakter budaya di sekolah.

Baca: Fenomena Pendidikan Karakter Bagian 4