Pendidikan Karakter - Analisis Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini - Bag.3

Cafe Skripsi - Pendidikan karakter saat ini merupakan pendidikan karkater yang dalam perkembangannya memiliki banyak tujuan. Pertama, mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif pemuda-pemudi maupun peserta didik sebagai pribadi dan merupakan bagian dari bangsa yang memiliki nilai-nilai karakter. Kedua, mengembangkan kebiasaan dan perilaku pemuda-pemudi maupun peserta didik memiliki sifat yang terpuji dan sejalan dengan norma nilai-nilai umum kemasyarakatan serta tradisi budaya bangsa yang agamis.

Ketiga, menanamkan jiwa kepemimpinan serta tanggung jawab pemuda-pemudi maupun peserta didik sebagai generasi yang siap menjadi penerus bangsa. Keempat, mengembangkan kemampuan pemuda-pemudi maupun peserta didik menjadi pribadi yang mampu mandiri, penuh kreatifitas, serta berwawasan kebangsaan yang sangat tinggi. Kelima, mengembangkan pemuda-pemudi maupun peserta didik dalam memahami lingkungan kehidupan sekitarnya sebagai lingkungan belajar dapat membuat mereka aman, penuh kejujuran, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa bangga atas bangsanya yang dijunjung tinggi dan penuh kekuatan.

Pendidikan karakter yang memiliki banyak nama di Indonesia yaitu atau pendidikan pancasila atau pendidikan budi pekerti dan berkembang saat ini bersumber pada segi Agama, segi Pancasila, segi Budaya, dan segi Tujuan Pendidikan Nasional.

Agama, masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang memiliki nafas keagamaan. Oleh karena itu, kehidupan berbangsa senantiasa di bubuhi fundamental dengan ajaran agama dan kepercayaannya. Pada umumnya memang bahwa kehidupan bernegara pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari unsur-unsur agama. Pertimbangan unsur-unsur tersebutlah, maka nilai pendidikan karakter harus dan perlu didasarkan pada nilai kaidah yang berasal dari agama.

Pancasila, mencerminkan bahwa Republik Indonesia dapat berdiri tegak juga atas dasar prinsip kehidupan baik, berkebangsaan baik dan kenegaraan baik yang berazaskan pancasila. Pancasila dalam kehidupan bangsa Indonesia menjadi nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya, dan seni seperti pada pembukaan UUD’45. Pendidikan pancasila memiliki tujuan menyiapkan pemuda-pemudi maupun peserta didik menjadi bagian dari warga negara yang lebih baik.

Budaya merupakan suatu keadaan yang dianggap benar bahwa tidak ada satupun manusia yang dapat hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai kebudayaan maupun kebiasaan masyarakat. Nilai budaya menjadi dasar atau fundamental dalam pemaknaan atas konsep serta arti dari komunikasi antar anggota masyarakat.

Tujuan Pendidikan Nasional merupakan cara suatu bangsa membangun kualitas masyarakat yang harus dimiliki setiap pribadi karena merupakan bagian dari warga negara Indonesia. Tujuannya yaitu memuat kehidupan dengan berbagai nilai kemanusiaan serta sebagai sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan karakter bangsa Indonesia.

Nilai pendidikan karakter yang harus ditanamkan kepada pemuda-pemudi maupun peserta didik haruslah nilai yang diterima secara universal dimana seluruh agama, tradisi dan budaya dijunjung tinggi. Nilai universal ini diharapkan dapat menjadi perekat atau pemersatu anggota masyarakat dan bangsa walaupun terjadi perbedaan latar belakang budaya, suku dan agama dimana-mana.

Transfer nilai luhur dalam diri pemuda-pemudi maupun peserta didik melalui keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan karakter dengan kata lain dapat terwujud melalui pendidikan formal dan informal, maupun melalui aktualisasi diri dalam rangka meningkatkan kualitas diri.