Pendidikan Karakter - Analisis Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini - Bag.4 (Terakhir)

Cafe Skripsi - Kemendiknas dalam membangun karakter bangsa yaitu dengan menumbuhkan nilai-nilai yang baik dan khas (nilai kebaikan yang berdampak pada lingkungan) dan terpatri dalam diri serta terealisasi dalam perilaku. Pendidikan formal merupakan salah satu dari berbagai instrumen dalam membangun dan menancapkan karakter pada pemuda-pemudi maupun peserta didik. Pada saat peserta didik berada di pendidikan formal secara langsung maupun tidak juga akan memberi dampak pada peningkatan pengembangan karakter individu.

Pendidikan informal biasanya melalui pelatihan dalam membentuk karakter pemuda-pemudi maupun peserta didik adalah dengan menggunakan pelatihan ESQ (Emotional dan Spiritual). Nilai- nilai yang terkandung dalam pelatihan ESQ ditujukan untuk mengembangkan potensi dan membangun tingkat kejujuran, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil serta kepedulian pada lingkungan mereka. Pelatihan ini dalam penerapannya menggunakan mekanisme yang terstruktur dan sistematis untuk mengatur tiga hal yang ada pada diri manusia, yaitu fisik, mental dan spiritual yang dapat terintegrasi menjadi karakter hebat.

Upaya dalam membangun pendidikan karakter yang dilakukan baik dalam pendidikan formal, pelatihan ESQ maupun pendidikan non-formal merupakan sesuatu yang sia-sia apabila dalam diri pribadi individu tidak ada keinginan serta kemauan yang kuat untuk berubah. Pendidikan karakter zaman sekarang menjadi instrumen paling relevan dan tepat dalam menanggulangi krisis moral yang sedang melanda karena meningkatnya pergaulan bebas yang berakibat menjadi permasalahan sosial di masyarakat.