Kinerja Bisnis - Analisis Kualitas Layanan dan Strategi Distribusi Kemitraan dalam Meningkatkan Kinerja Bisnis

Kinerja bisnis perusahaan yang harus ditingkatkan dan diperhatikan  perusahaan saat ini adalah pertumbuhan pelanggan dan meningkatnya penjualan yang nantinya akan berdampak pada pertumbuhan laba perusahaan. Perusahaan harus mampu dalam melakukan penciptaan nilai untuk mencapai pertumbuhan laba dan pelanggan serta perusahaan membutuhkan peningkatan nilai sehingga tercapai peningkatan pelanggan dan penjualan.

Bagi perusahaan, pencapian kinerja bisnis yang secara terus menerus meningkat dan konsisten diperlukan untuk menciptakan superior value bagi konsumennya secara berkelanjutan. Untuk memaksimalkan kinerja bisnis tersebut dalam jangka panjang, perusahaan  harus terus membangun dan mempertahankan hubungan kerja sama yang menguntungkan dengan pelanggannya.

Kualitas layanan telah dianggap suatu alat atau cara terpenting dalam strategi perusahaan, terutama bisnis jasa. Layanan pelanggan berkualitas yang diterapkan oleh perusahaan dapat membangun kepuasan pelanggan dan mereka akan terus bertahan menggunakan jasa perusahaan tersebut (customer retention). Terciptanya hasil nilai yang superrior bagi pelanggan merupakan modal utama perusahaan untuk dapat memperoleh keunggulan kompetitif.

Kualitas layanan yang semakin baik akan meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Kualitas layanan merupakan strategi fundamental untuk kelangsungan perusahaan dan mampu meningkatkan kinerja bisnis. Kualitas layanan mampu meningkatkan kinerja bisnis perusahaan dengan pelaksanaan kulaitas layanan yang optimal.

Suatu kualitas layanan dikatakan bermutu apabila jasa yang diberikan sesuai atau melebihi harapan konsumennya. Kualitas layanan yang baik tidak hanya sekedar bersikap ingin menyenangkan konsumennya saja, tetapi lebih dari itu perusahaan harus mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi konsumennya. Kualitas layanan sebagai dampak atau efek dari penilaian konsumen atas keunggulan jasa secara menyeluruh. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka pengukuran keberhasilan suatu perusahaan lebih banyak ditentukan oleh penilaian/persepsi konsumen tentang kualitas layanan yang diselenggarakan oleh perusahaan sehingga kinerja bisnis perusahaan akan meningkat.

Faktor lain yang mampu meningkatkan kinerja bisnis adalah penggunaan saluran distribusi dalam melakukan penjualan. Saluran distribusi merupakan organisasi sistemik dan jaringan yang bersama-sama menghasilkan serta mendistribusikan produk dari produsen kepada konsumen. Perusahaan dituntut mampu membangun serta mengelola sistem saluran distribusi yang semakin kompleks dan terus berubah untuk meningkatkan kinerja bisnis.

Kebanyakan produsen tidak secara langsung menjual barang kepada pengguna akhir namun di antara mereka terdapat sekelompok perantara yang melaksanakan beragam fungsi. Perantara ini yang menjadi cikal bakal saluran pemasaran (saluran dagang atau saluran distribusi). Saluran pemasaran yang efektif dalam menjalankan tugasnya bertujuan membangun kemitraan jangka panjang yang menguntungkan bagi semua saluran.

Perusahaan membutuhkan kerja sama dengan jaringan luas, antara lain pemasok bahan baku, penyedia jasa transportasi dan distributor sehingga menjadi pesaing yang efektif di pasar global saat ini. Keberhasilan membangun hubungan kerja sama tersebut tergantung pada tingkat yang cukup atas komitmen dan kepercayaan di antara pihak yang terlibat. Hubungan baik yang terbangun dengan distributor (distribution channel) dapat menjadi cara atau sarana yang sangat efektif untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Bisnis pemasaran memiliki kecenderung melihat distribusi sebagai link terlemah dalam rantai pemasaran. Selanjutnya, strategi untuk meningkatkan distribusi cenderung berada di bawah tekanan dalam rencana pemasaran bisnis. Faktor-faktor ini menjadi kebutuhan untuk lebih kreatif memikirkan cara-cara alternatif untuk meningkatkan kinerja distributor.

Pemasok yang menjalin hubungan dengan saluran distribusinya sangatlah penting karena berkaitan erat dengan upaya produsen untuk menyalurkan produknya kepada konsumen. Hal ini disebabkan saluran pemasaran (distribution channel) merupakan sistem organisasi penting dan terstruktur dalam perusahaan dan luar perusahaan yang terdiri dari agen, grosir, pedagang besar, dan pengecer. Fungsinya menghubungkan produsen dengan konsumen dimana mereka terdiri lembaga yang saling bergantung dan saling berhubungan yang berfungsi membentuk sistem jaringan yang secara bersama-sama (kelompok berkesinambungan) berusaha menghasilkan dan mendistribusikan produk kepada konsumen.

Salah satu strategi distribusi adalah kemitraan yang terjalin antara produsen dengan distributor dalam memasarkan produk ke konsumen. Kemitraan sebagai strategi distribusi merupakan kunci suksesnya strategi bisnis yang nantinya akan meningkatkan keberhasilan suatu usaha. Strategi kemitraan dapat meningkatkan kinerja bisnis. Kemitraan dapat berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis.

Hubungan antara entrepreneurship dan kualitas layanan membedakan keberhasilan sub agen dan distributor nasional. Sub agen bersifat sangat dinamis dan memiliki semangat entrepreneurship namun kelemahannya pada risiko pembayaran yang tinggi dibandingkan dengan distributor yang bertaraf  nasional. Sedangkan problema yang besar umumnya dihadapi para distributor nasional besar terutama pada keputusan-keputusan yang bersifat sentralisasi dari kantor pusat dan rendah nya  inisiatif dari para manajer-manajer di cabang-cabang untuk proaktif.

Agar arah serta konsep saluran distribusi sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan maka pihak perusahaan menetapkan birokrasi untuk mengatur hal-hal mengenai hubungannya dengan saluran distribusi dimana birokrasi merupakan instrumen kebijakan perusahaan. Birokrasi merupakan cara yang digunakan oleh perusahaan untuk mengatur distributornya  agar dapat berjalan sesuai dengan arah dan tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan. Birokrasi yang juga mempertimbangkan posisi distributor sebagai mitra dagang perusahaan dalam menyalurkan barangnya ke konsumen.

Kebijakan distribusi pada perusahaan dapat digunakan untuk mengelola persaingan di pasaran bahwa asumsinya semakin tinggi intensitas distribusi ditetapkan, maka akan semakin kuat posisi perusahaan dipasaran dan semakin besar kemungkinan barang maupun jasa yang ditawarkan dapat terjual pada pasar target tertentu. Hubungan yang penting antara pemasok dan outletnya dalam meningkatkan kinerja pemasaran, maka sangatlah penting adanya kebijakan birokrasi yang turut berpengaruh dalam mewujudkan kualitas hubungan saluran distribusi.